YusRan

Memories within…

Immutable Laws Of Marketing ( Bagian 1)

immutable law of marketingDr. Augustine Fou menambahkan 3 hukum marketing baru melengkapi 22 hukum marketing (Immutable Laws of Marketing) versi Al Ries & Jack Trout yang sudah sejak lama jadi acuan dunia marketing.  Jika anda concern pada masalah marketing, maka anda perlu menambahkan 3 hukum ini kedalam literatur anda :

1. Mulailah dengan membuat produk/jasa yang berguna bagi konsumen, teruskan menambah nilai guna produk/jasa tersebut dengan mendengarkan keluhan, masukan, atau pendapat konsumen tentang produk/jasa yang anda pasarkan.

2. Jika hukum pertama tersebut belum juga bisa membuat produk/jasa anda berbeda dari pesaing, fokuslah pada proses produksi yang melibatkan pertimbangan konsumen atau calon konsumen.

3.Fokus kepada kebiasaan pelanggan.  Kenali watak dan kebiasaan pelanggan anda agar produk/jasa anda bisa diterima segmen yang anda bidik.

Ketiga hukum marketing versi Dr. Augustine Fou ini melengkapi 22 hukum kekebalan marketing Al Ries & Jack Strout berikut:

Hukum leadership. Lebih baik menjadi yang pertama daripada menjadi yang terbaik (It’s better to be the first than to be better).  Hukum ini berkaitan dengan brand produk/jasa yang tertanam dalam ingatan konsumen.  Sebagai ilustrasi, entah disadari atau tidak, anda menyebut “Aqua” untuk semua jenis air kemasan.  Apa pasal? Sebab “Aqua”-lah yang pertama kali mengemas lalu memasarkan air minum.

Hukum kategori. Jika tidak bisa menjadi yang pertama, tetapkan kategori baru sehingga produk anda bisa menjadi yang pertama.  Hukum ini berkaitan dengan inovasi dalam produk/jasa.

Hukum mind. Lebih baik menjadi yang nomor satu dalam ingatan daripada nomor satu dipasar (Better to be the first in mind than it is on market place).  Pada faktanya, #1 dalam ingatan konsumen dengan sendirinya akan mengantarkan produk/jasa anda menjadi #1 di pasaran.

Hukum persepsi.  Marketing bukanlah pertarungan produk, melainkan persepsi.  Tugas marketing adalah membangun atau mengubah cara pandang konsumen terhadap produk/jasa yang kita tawarkan sesuai dengan yang kita inginkan.

Hukum Fokus. Konsep yang paling kuat dalam marketing adalah penggunaan kata atau frasa yang tertanam kuat dalam benak konsumen.  Sebagai ilustrasi frasa “Yamaha selalu di depan” begitu tertanam di benak konsumen motor, tak peduli Yamaha dengan Valentino Rossi belakangan ini sering keteter di Moto GP.

Hukum kekhasan. Dua perusahaan, meskipun memiliki  produk/jasa sejenis tidak memiliki kata atau frasa yang sama dibenak konsumen.

Bersambung ke Bagian 2….

Iklan

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: