YusRan

Memories within…

Immutable Laws of Marketing (Bagian 2)

positioning-bookImmutable Laws of Marketing plus 3 hukum marketing tambahan dari Dr. Augutine Fou adalah kiat bagaimana anda memposisikan produk/jasa di pasaran yang semakin jenuh itu.  Dalam aplikasinya, hukum marketing ini banyak digunakan oleh para decission maker, tapi bukan berarti seorang tenaga marketing tidak perlu tahu. bahkan teramat sangat perlu memahami hukum yang menjadi kompetensinya!

Berikut lanjutan The Immutable Laws of Marketing (sempat tertunda karena satu dan lain hal) pada bagian 2 berikut ini:

Hukum tingkatan. Masing-masing kategori produk/jasa memiliki hierarki tersendiri. Pemahaman akan posisi produk/jasa yang akan kita pasarkan akan menentukan aplikasi startegi pemasarannya.

Hukum dualisme. (saya kesulitan memaparkan hukum yang satu ini.  Ada yang bisa bantu?)

Hukum kebalikan. Bila anda membidik tempat kedua (tempat pertama telah dikuasai brand nomor 1), maka anda harus bersiap didikte oleh sang market leader.

Hukum divisi. Ada kalanya, pada perkembangan selanjutnya, anda perlu membagi produk/jasa yang anda pasarkan kedalam beberapa katergori sejalan dengan segmen pasar yang dibidik.

Hukum perpektif. Marketing harus memiliki pengaruh dalam kurun waktu yang panjang jika anda tidak ingin produk barang/jasa anda hanya seumur jagung dikenal pasar.

Hukum ekstensi. Terkadang sebuah perusahaan fokus pada produk/jasa yang dinilainya menguntungkan.  Waktu lain, perusahaan yang sama mengembangkan varian produk/jasa sebagai bentuk refreshment.

Hukum pengorbanan. “You have to give up something in order to get something”.  Dalam bahasa sederhana: tak ada sesuatu yang bisa diraih tanpa pengorbanan. Dalam bisnis, pengorbanan yang dilakukan biasanya mengurangi lini produk, merubah target pasar, atau menunda perombakan produk/jasa.

Hukum atribut. Marketing merupakan pertarungan  ide. Jika ingin sukses, maka anda perlu memiliki atribut ide sendiri.  Jika tidak, maka anda hanyalah pengekor.  Untuk memasarkan produk tanpa atribut ide ini diperlukan harga jual yang sangat rendah untuk bisa menembus pasar.  Ini berarti memangkas profit margin anda secara besar-besaran.

Hukum pengakuan. Jangan sungkan mengakui kekurangan sebab manakala anda mengakui sesuatu yang negatif tentang produk anda, maka calon pelanggan akan menilai positif anda.  Sebagai contoh, sebuah industri otomotif Korea pernah menarik produknya dari pasaran hanya gara-gara kesalahan sepele pada sistim starternya!

Hukum singularitas. Dalam situasi tertentu, satu strategi akan menghasilkan maksimal.  Untuk memilih diperlukan ketajaman intuisi bisnis yang bisa dilatih berdasarkan pengalaman.

Hukum ketakterkiraan. Tak satupun yang mempu memprediksi masa depan, kecuali jika anda bisa menyadap rencana pesaing anda.

Hukum kesuksesan. Perlu dicamkan bahwa kesuksesan sering membuat kita arogan.  Aroganisme ini merupakan cikal bakal suatu kegagalan!

Hukum kegagalan. kegagalan harus dipandang sebagai sesuatu yang sudah diprediksi dan diterima.

Hype. (Lagi-lagi saya kesulitan memaparkan dan lagi-lagi saya harus minta bantuan anda!)

Hukum percepatan. Keberhasilan suatu program tidak dibuat diatas kertas, melainkan pada saat pelaksanaannya.

Hukum sumberdaya. Marketing merupakan suatu permainan peperangan di benak calon pelanggan.  Anda butuh segala sumber daya untuk bisa masuk kedalam benak pelanggan.  Sekali anda masuk, anda butuh segala sumber daya kembali untuk tetap bertahan dibenak pelanggan.

Iklan

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: